Langsung ke konten utama

SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU MUNASABAH

 

SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU MUNASABAH

Vivi Adelia

 

Pendahuluan

Al-Qur'an, secara literal berarti "pembacaan yang sempurna." Nama Allah memilih nama yang tepat karena manusia mengetahui cara membaca serta menulis sebanding dengan Al-Qur'an 5000 tahun yang lalu, mereka tidak bisa membaca apa-apa. Alkimia, bacaan yang sempurna dan mulia. Al-Qur'an dibaca oleh ratusan juta orang. Dan tidak ada yang menyamai Al-Qur’an serta yang tidak mengerti Al-Qur'an tidak dapat ditulis dalam arti atau huruf. Flat Dewasa, remaja dan anak-anak menghafal satu huruf pada satu waktu.[1]

Tentunya sebagai referensi, Anda harus memahami Al-Qur'an baru kemudian kalian dapat mengamalkannya. Salah satu cara yang dapat dilakukan agar dapat memahami Al-Qur'an dengan cara yang berbeda, yaitu dengan munasabah. Fokus perhatian Munasabah terhadap ilmu pengetahuan berkaitan dengan aspek keterkaitan antar puisi.Karakter dalam urutan teks. Ilmu Munasabah lebih penting bagi Mufassir, Tentang ilmu asbabnuzul. Subhi as-Salih berkata, itu wajar untuk penjelasan Mengingat begitu banyak manfaat, Munasabah  lebih diutamakan daripada Asbab Nuzul itu muncul dari ilmu meditasi. Selain itu, aturan interpretasi adalah ukuran Memahami tulisan suci adalah editorial umum, bukan penyebab turunnya ayat.[2]

Untuk itu penting bagi kita mengaji Ilmu Munasabah, untuk menemukan hubungan dekat di beberapa bagian Al-Qur'an. Maka dari itu Ilmu Munasabah perlu diteliti untuk mendapatkan pengetahuan lengkap dari Ilmu Munasabah.[3]


 

Pengertian Ilmu Munasabah

Munasabah menurut bahasa berasal dari akar kata bahasa Arab nas{aba yans{ibu. Ini memiliki arti yang sama dengan Al-Muqarabah atau. Mushakara.[4] Dari segi istilah, kata "posisi" yang artinya pemahaman tentang berbagai hubungan dalam Al-Qur’an. Secara lebih rinci Munasabah yaitu hubungan yang dapat dijelaskan denagn usaha posisi pemikiran untuk menggali rahasia hubungan antara ayat atau huruf dalam Al-Qur'an yang dapat diterima.[5]

Lebih banyak definisi, posisi yang dipegang oleh beberapa ulama adalah sebagai berikut:

a)      sebuah Jalal al-Din Abd’ al-Rahman al-Suyuti berkata: Ilmu tasbih Tampaknya terkait dengan ayat-ayat Al-Qur'an ini adalah ekspresi dengan makna terpadu mengedit keteraturan,

b)      Syekh Manna Al-Qattan berkata: Ilmu berbicara tentang aspek asosiasi Atau hubungan antara kalimat yang satu dengan ayat yang lain, hubungan antara ayat  yang lain dengan ayat yang lain dengan karakter yang sama atau berbeda [6].

Apalagi para ulama sekali lagi mengatakan bahwa ilmu pengetahuan dalam posisi ini sangat berguna dalam memahami keselarasan antara makna, keajaiban Al-Qur’an dalam retorika, kejelasan penafsiran, dan keteraturan susunan kalimat dan keindahan gaya bahasa.[7]

Meskipun istilah ulasan atau secara terminologi adalah untuk menjelaskan Apa hubungan antara kitab suci/surat dengan kitab suci/surat lainnya? Itu antara Am dan Khosnya atau abstrak dan Secara khusus, antara sebab dan akibat, atau


antara Illat dan mu'lul, atau antara Rasionalitas dan irasionalitas atau bahkan kontraksi antara dua hal sekalipun.[8]

Dapat dipahami dari beberapa definisi di atas bahwa posisi adalah ilmu yang membahas tentang hubungan antar ayat atau ayat Al-Qur’an. Apa jenis hubungan ini? Berupa hubungan antara am (umum) atau khas (khusus), abstrak dan konkret, antara sebab dan akibat, antara materi dan akibat, antara rasional dan irasional, atau antara dua hal yang kontradiktif dan tidak logis.

Jadi konsep munasabah tidak hanya cocok dalam arti yang sama paralel, tetapi bahkan kontradiksi menjadi berarti pelanggan. Bagaimana, setelah menjelaskan kepada orang beriman, menjelaskan kafir dan sebagainya.[9]

Sejarah Perkembangan Ilmu Munasabah

Sejarah menunjukkan bahwa Al-Qur'an diturunkan selama periode sekitar 22 tahun dan bulan. Buku ini berisi berbagai macam petunjuk dan aturan yang tersirat karena beberapa alasan dan berbagai macam hikmah, puisi diturunkan sesuai dengan keadaan dan kondisi yang mengharuskannya. Penempatan huruf-hurufnya dikendalikan agar terkandung dalam mahfudh lauh, sehingga seolah-olah ada kesesuaian antara puisi yang satu dengan puisi yang lain. Berasal dari cabang Ulum Al-Qur’an, yang secara khusus membahas tentang koordinasi disebut Ilmu Munasabah al-Quran.Orang pertama yang menulis ilmu Munasabah adalah Abu Bakar Ann Naisabury (32411).[10]

Dalam tahap perkembangannya, sebagian orang mengatakan bahwa ilmu ini diciptakan oleh Abu Bakar al-Naisabury. Ia mengajukan beberapa pertanyaan tentang ilmu ini, yaitu apakah sebuah ayat melengkapi ayat sebelumnya, ataukah sebuah ayat berdiri sendiri? Jika ada sendiri, bagaimana cara yang benar? Dengan paragraf sebelumnya? Meskipun urutan wahyu dalam suatu perikop bukan tanpa keraguan.

Prasejarah munculnya ilmu ini dikaitkan dengan posisi para komentator. Dia  bertanya-tanya memngenai  hubungan antara satu huruf dalam surah lain, dari satu ayat ke ayat lainnya, seolah-olah ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan itu. Pengetahuan ini juga digunakan untuk salah satu teori tafsir, yaitu metode tafsir maudhui التفسير.

Masalah pembahasan ilmu kedudukan mencapai klimaksnya dalam Al-Qur'an. Dengan usaha Ibrahim bin Umar Al-Baq'i (809-885 H).Tapi korelasinya di sini menurut ayat Al-Qur'an dan penyusunan surat-surat yang sistematis ternyata termasuk dalam urutan mushaf, bukan dalam hal korelasi ayat kami membicarakan masalah yang sama, terkadang beberapa di antaranya tersebar dalam beberapa surat.[11]

Ringkasnya, Sejarah ilmu munasabah Al-Qur'an tampaknya memberikan solusi yang komprehensif untuk masalah Al-Qur'an, bukan hanya berfokus pada puisi, tetapi studi dilakukan di seluruh surat. Harus dan bahkan di seluruh Al-Qur'an, terutama dalam puisi. Hal ini terkait dengan masalah yang sedang dibahas untuk membawa pemahaman yang lengkap tanpa menimbulkan kebingungan.

Hingga saat ini belum banyak ulama yang berkecimpung di bidang munasabah Al-Qur'an, namun pada Wahbah Az-Zuhaili dalam Tafsir al-Munir, beliau menggunakan metode munasabah untuk menghubungkan topik-topik antar kitab suci dalam suatu diskusi. Selama ini pengetahuan semacam ini baru diperkenalkan ke dalam objek ilmu Al-Qur'an sebagai bentuk atau bagian dari ilmu keislaman..[12]

Salah satu karya yang muncul kemudian dengan pembahasan yang spesifik dan sistematis tentang ilmu kedudukan adalah Durat al-Tanzil dan Ghorat al-Ta’wil of the Cobbler’s Book (w. 420 H). Karya ini menempati peringkat sebagai buku ekspositori tertua di bidang studi ini. Setelah itu


dilanjutkan dengan karya Taj Al-Qara' Al-Karmani (w. 505 H) yang berjudul Al-Burhan fi Guiding Mitzpeh the Qur'an. Pada periode berikutnya, Kitab Al-Burhan muncul dalam kompetisi penyusunan ayat-ayat Al-Qur’an oleh Abd’ Ja’far bin Al-Zubair Al-Andalusi. Kemudian Burhan Al-Din Al-Beqa'i menulis buku khusus tentang posisi yang berjudul "Nitam Al-Durar fi Tatasimul Ayat dan Al-Sawwar." Dari semua buku yang ada, para ulama cenderung mengatakan bahwa karya al-Baq'i tampaknya yang paling lengkap.[13]

Bentuk-bentuk Munasabah

Susunan sistematis ayat-ayat dalam Al-Qur'an merupakan salah satu keajaiban Al-Qur'an yang berbeda, yang membuktikan bahwa Al-Qur'an tidak hanya memiliki keunggulan dalam bahasa, tetapi juga memiliki keunggulan dalam konsistensi ayat-ayat yang diilhami oleh Allah dan ayat-ayat yang ditulis oleh Allah. Kali ini, dalam konteks atau diskusi, saya menemukan sebuah ayat atau surat dalam Al-Qur'an, dan hubungan atau keselarasannya dengan beberapa redaktur. Keserasian ini dapat terjadi antara ayat dan kalimat dalam sebuah kalimat, antara awal surat dan akhir surat, antara pengucapan yang sama dari satu huruf dan pengucapan yang sama dari huruf lain, dan antara nama pesan dan isinya.[14]

Dilihat dari sifat Munasabah atau keadaan keserasian dan kesinambungan, ada dua jenis Munasabah:

1.       Kesesuaian nyata (dzāhirul irtibath) atau kesesuaian tampak jelas bahwa kesinambungan atau konsistensi jelas di antara bagian-bagian lain dari Al-Qur’an dan kuat karena kalimatnya terhubung sangat dekat satu sama lain itu tidak bisa menjadi kalimat yang sempurna, jika dipisahkan dalam kalimat lain.[15] Misalnya adalah hubungan antara bagian 1 dan bagian 2 dari surah Al-Isra', yang menjelaskan tentang Israel Nabi Muhammad, dan kemudian informasi tentang wahyu Tarurat  kepada Nabi Musa (as). Terlihat jelas dari kedua ayat ini memberikan informasi tentang pengutusan nabi dan rasul.

2.      Hubungan tidak jelas (khafiyul irthibath) Artinya posisi ini terjadi karena ketidaksesuaian antara bagian-bagian Al-Qur'an dan seolah-olah tidak ada. Hubungan antara keduanya sehingga setiap ayat ditampilkan secara mandiri, terlepas dari apakah ayat itu terkait dengan ayat lain, bukan karena bertentangan dengan ayat lain..[16]

Menurut Al-Zarkasyi, munasabah yang mempunyai bentuk  jelas tersebut, meliputi bentuk-bentuk: ta’kid, tafsir, i’tiradh, dan tasydid.

 

Bentuk Ta’kid

Munasabah dalam bentuk ta'kid memiliki tujuan, yaitu jika suatu bagian atau bagian memperkuat bagian atau bagian dari bagian lain di sebelahnya, misalnya: al-hamdu lillâhi rabb al-' berarti âlamîn menurut Artinya dari al-rahmân al-rahm dikuatkan, artinya: Allah adalah penguasa seluruh alam, yang paling baik dan paling baik, yang paling baik dan paling baik.[17]

Bentuk Tafsir

Dalam bentuk tafsir, Munasabah berarti puisi atau maknanya dijelaskan oleh puisi di sebelahnya.

Bentuk I’tiradh

Dalam munasabah, Itiradha berarti pengenaan proposal yang tidak memiliki posisi di i'rab; di tengah kalimat atau diantara dua kalimat yang memiliki hubungan makna. Bagi mereka yang berbicara bahasa (fasih) bahasa di Itiradha, ia harus menentukan tujuan tertentu,selain mencari kejelasan


Bentuk Tasydid

Bentuk tasydid Munasabah ini berarti ayat atau bagian ayat yang memperkuat makna ayat di sebelahnya.[18]

Sedangkan Munasabah yang dalam bentuk tidak jelas dibagi menjadi dua macam, yaitu :

1.       Yaitu diathafkannya ayat yang satu dengan ayat yang lain, seperti munasabah antara ayat 103 surat Ali-Imran :

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا[19]

Dan berpeganglah kalian semua kepada tali Allah dan janganlah kalian bercerai berai.

 

dengan ayat 102 surat Ali-Imran:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ[20]

Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu semua kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa kepadaNya, dan janganlah sekali-kali kalian mati melainkan dalam keadaan Islam.

 

Utilitas Athaf dari Munasabah ini adalah untuk membuat dua ayat menjadi dua yang identik (an-nadhirain). Surat Ali-Imran Surat 102 perintah pengabdian, dan Surat Ali-Imran ayat 103 memegang tali Allah dengan kuat. Salah satu yang menjelaskan bahwa mereka adalah dua yang sama..[21]

 


 

2.      Tidak diathafkan ayat yang satu kepada yang lain seperti munasabah antar ayat 11 surah Ali-Imran :

كَدَأْبِ اٰلِ فِرْعَوْنَۙ وَالَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْۗ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَاۚ

Keadaan mereka) adlah sebagai keadaan kaum firaun dan orangorang yang sebelumnya, mereka mendustakan ayat-ayat kami.

 

Dengan ayat 10 surat Ali-Imran :

اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَنْ تُغْنِيَ عَنْهُمْ اَمْوَالُهُمْ وَلَآ اَوْلَادُهُمْ مِّنَ اللّٰهِ شَيْـًٔا ۗوَاُولٰۤىِٕكَ هُمْ وَقُوْدُ النَّارِۗ

Sesungguhnya orang-orang kapir, harta benda dan anak-anak mereka sedikit pun tidak dapat menolak (siksa) Allah dar mereka. Dan Mereka itulah bahan bakar api neraka.[22]

 

Dalam Munasabah ini, ayat 11 dianggap sebagai kelanjutan dari ayat 10 karena kuatnya hubungan antara ayat 2 (Ali-Imran pada ayat 11) dengan ayat sebelumnya (Ali-Imran pada ayat 10)..[23]

Urgensi Mempelajarai Ilmu Munasabah Al-Qur’an

Melihat Penjelasan-penjelasan yang ada diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa penting bagi kita mengetahui akan penting nya Ilmu Munasabah itu, dari bagaimana Sejarah Perkembangan Ilmu Munasabah sampai pada Bentuk-bentuk dari Munasabah. Berikut Urgensi Mempelajari Ilmu Munasabah :

1.      Anda dapat menemukan relasi atau hubungan antar bagian Al-Qur'an, antar kalimat atau syair, dan antar bagian Sula Al-Qur'an untuk lebih memperdalam pengetahuan dan keakraban Anda dengan Al-Qur'an serta memperkuat wahyu dan keyakinan Anda tentangnya. adalah. Oleh karena itu, Izzuddin Abd’ kata salam,, Ilmu Munasaba adalah ilmu


yang sangat bagus. Kapan hubungkan satu kalimat ke kalimat lainnya Dia memintanya untuk menjadi masalah terkait sungguh, apakah itu awal atau akhir.

2.      Dengan Ilmu Munasabah kamu bisa melihat kualitas dan levelnya saling konteks penodaan bahasa Al-Qur'an dan kalimatnya, serta kesesuaian ayat atau  lebih meyakinkan, dari satu surah ke surah lainnya ajaib, Al-Qur'an benar-benar wahyu dari Allah dan diciptakan oleh Allah, dan Nabi Muhammad. Untuk itu Imam Fafludin Arlaj, kebanyakan orang berkata keindahan Al-Qur'an adalah susunannya korespondensi, pola kalimat paling dewasa (Sastra) adalah interkoneksi antara bagian-bagian yang berbeda yang satu adalah yang lain.

3.      Ilmu Munasabah sangat memudahkan dalam menafsirkan hukum dan isinya, karena dapat dengan mudah membantu dalam penafsiran syair-syair Al-Qur'an setelah mengetahui hubungan antara satu kalimat / beberapa syair dengan syair lainnya / syair meningkat..

4.      Pengetahuan munasabah dapat membantah sebagian anggapan orang bahwa tema-tema Al-Qur’an kehilangan relevansinya antara satu bagian dengan bagian yang lainnya. Bagi kita, munasabah dapat dipergunakan sebaik mungkin apabila ia tidak menyimpang dari apa yang telah dijelaskan dalam asbabun nuzul.[24]

Menurut Prof. Dr. H. Rachmat Syafe’I, MA, urgensi dalam mempelajari munasabah, antara lain:

1)      Alasan mereka muncul di hadapan Al-Qur'an adalah karena mereka tidak mengetahui Muna Saba, sehingga mereka melakukan kesalahan ketika berhadapan dengan Al-Qur'an.

2)      Intensifikasi pengertian Al-Qur’an.


 

Mengingat pentingnya peran Munasabah sebagaimana tersebut di atas, Komentator seperti Ibn’ Arabi munasabah adalah ilmu yang agung dan mulia, hanya untuk orang-orang tertentu saja. Anda bisa menggalinya. Al-Zarkasyi juga menekankan pentingnya ilmu ini, Munasabah adalah ilmu yang sangat mulia,pertahankan pemikiran Anda, luruskan dan kenali tingkat kemampuan Anda dengan berbicara.[25]

 

Penutup

Dengan berbagai Uraian-uaraian diatas dapat saya simpulkan bahwa Ilmu Munasabah adalah Ilmu yang menjelaskan persesuaian  ayat/surat dalam Al-Qur’an baik didepan atau dibelakangnya. Dan secara ringkas Sejarah Perkembangan Ilmu Munasabah adalah digunakan untuk membahas secara keseluruhan yang ada dalam Al-Qur’an tidak hanya berfokus pada ayat/surat Al-Qur’an. Urgensi atau Pentingnya mempelajari Ilmu Munasabah dengan mudah membantu kita mengetahui adanya hubungan ayat/surat dengan ayat/surat yang lain, juga membantu dalam menafsirkan Al-Qur’an.


 

 

Daftar Pustaka

 

Ajahari.UlumulQuran(Ilmu-Ilmu Alquran).Yogyakarta:Aswaja Pressindo.2018.

 

Auf,Adi dkk. 2016.Munasabah Al-Qur’an.Makalah.

 

Digilibuinsby.Teori Kisah Munasabah.UIN Sunan Ampel. diakses Januari 4, 2022, http://digilib.uinsby.ac.id/15821/4/Bab%202.pdf

 

Merdeka.com.Al-Qur’an Digital.Q.S Ali Imron:10-11 diakses Januari 5, 2022 https://www.merdeka.com/quran/ali-imran/ayat-10-11 

 

__________________________Q.S Ali Imron:102  diakses Januari 5, 2022 ___https://www.merdeka.com/quran/ali-imran/ayat-102

 

____________________________,Q.S Ali Imron:103  diakses Januari 5, 2022 https://www.merdeka.com/quran/ali-imran/ayat-103 

 

 Muslimin,Moh.Munasabah dalam Al-Qur’an.Tribakti, Vol.14, No.2, (2005).

 

Rizki,Fahada.Studi Analisis Ilmu Munasabah Al-Qur’an.Skripsi.Banda Aceh:Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.Universitas Islam Negeri Ar-raniry.2016.

 

Waseso, Hendri Purbo.Ilmu Munasabah Sebagai Pendekatan dalam Pendidikan Islam,Manarul Quran,Vol.X, No.13,(2016)

 

 Yusuf,M.S.Penggunaan Ilmu Munasabah dalam Istibath Hukum.Jurnal Tajdid, Vol.26,No.2,(2019)



[1]Ajahari, Ulumul Quran(Ilmu-Ilmu Alquran),(Yogyakarta:Aswaja Pressindo,2018) 61

[2]Adi Auf dkk. 2016.Munasabah Al-quran.Makalah

[3]Fahada Rizki,”Studi Analisis Ilmu Munasabah Al-Qur’an”,Skripsi,(Banda Aceh:Ilmu Al-quran dan Tafsir,Universitas Islam Negeri Ar-raniry,2016),15

[4]Fahada Rizki,”Studi Analisis Ilmu Munasabah Al-Qur’an”,Skripsi,(Banda Aceh:Ilmu Al-quran dan Tafsir,Universitas Islam Negeri Ar-raniry,2016),16

[5]Adi Auf dkk. 2016.Munasabah Al-Qur’an.Makalah

[6]Fahada Rizki,”Studi Analisis Ilmu Munasabah…….”,17

[7]Fahada Rizki,”Studi Analisis Ilmu Munasabah…….”,18

[8]Moh Muslimin,”Munasabah dalam Al-quran”,Tribakti,(vol.14, No.2,Th.2005) 2.

[9]Ibid, 65

[10]Moh Muslimin,”Munasabah dalam Al-quran”,Tribakti,(vol.14, No.2,Th.2005) 4

[11]Fahada Rizki,”Studi analisis ilmu munasabah al-quran”,Skripsi,(Banda Aceh:Ilmu Al-quran dan Tafsir,Universitas Islam Negeri Ar-raniry,2016),18

[12]Ibid, 19

[13]Digilibuinsby,”Teori Kisah Munasabah”, UIN Sunan Ampel, diakses Januari 4, 2022, http://digilib.uinsby.ac.id/15821/4/Bab%202.pdf

[14]Fahada Rizki,”Studi Analisis Ilmu Munasabah Al-Qur’an”,Skripsi,(Banda Aceh:Ilmu Al-quran dan Tafsir,Universitas Islam Negeri Ar-raniry,2016),20

[15]Ajahari, Ulumul Quran(Ilmu-Ilmu Alquran),(Yogyakarta:Aswaja Pressindo,2018) 68

[16]Hendri Purbo Waseso,”Ilmu Munasabah Sebagai Pendekatan dalam Pendidikan Islam”,Manarul Quran,Vol X,No 13,(2016): 68,  913-Article Text-1456-1-10-20191104.pdf

[17]M.S Yusuf, “Penggunaan Ilmu Munasabah dalam Istibath Hukum”,Jurnal Tajdid,Vol. 26,No.2, (2019): 133 http://riset-iaid.net/index.php/tajdid/article/download/332/316.

[18]Ibid, 134

[19]Merdeka.com, “Al-Qur’an Digital”, Q.S Ali Imron:103  diakses Januari 5, 2022 https://www.merdeka.com/quran/ali-imran/ayat-103 

[20]Merdeka.com, “Al-Qur’an Digital”, Q.S Ali Imron:102  diakses Januari 5, 2022 https://www.merdeka.com/quran/ali-imran/ayat-102

[21]Moh Muslimin,”Munasabah dalam Al-quran”,Tribakti,(vol.14, No.2,Th.2005) 6.

[22]Merdeka.com, “Al-Qur’an Digital”, Q.S Ali Imron:10-11 diakses Januari 5, 2022 https://www.merdeka.com/quran/ali-imran/ayat-10-11 

[23]Ajahari, Ulumul Quran(Ilmu-Ilmu Alquran),(Yogyakarta:Aswaja Pressindo,2018) 71.

[24]Ajahari, Ulumul Quran(Ilmu-Ilmu Alquran),(Yogyakarta:Aswaja Pressindo,2018) 80-81.

[25]Adi Auf dkk. 2016.Munasabah Al-Qur’an.Makalah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

URGENSI BELAJAR FILSAFAT BAGI UMAT ISLAM (pentingnya mempelajari filsafat islam)

  URGENSI BELAJAR FILSAFAT BAGI UMAT ISLAM (Pentingnya mempelajari filsafat Islam) Vivi Adelia Ilmu Hadist Fakultas Ushuludin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya viviadele86@gmail.com / 07040521085@student.uinsby.ac.id   PENDAHULUAN Filsafat merupakan bagian integral dari kehidupan manusia. Contoh Seorang anak kecil dilarang bermain hujan oleh orang tuanya agar tidak sakit demam, Anak tersebut akan bertanya kepada orang tuanya “Mengapa aku tidak boleh bermain hujan ma?” Apa yang dilakukan anak laki-laki kecil itu adalah bagian dari langkah pertama dalam berfilsafat, yaitu menemukan jawaban yang benar atas sesuatu dalam pikirannya.  Filsafat sendiri memiliki arti yang lebih dikenal luas yaitu filsafat (Inggris), filsafat (Prancis), filsafat, wijsbegeerte (Belanda), filsafat (Latin).Istilah filsafat berdasarkan bahasa Arab yaitu لسفة (Filsafat). Filsafat Yunani adalah bentuk yang didasarkan pada philos atau filo & sophia atau sofia. Filsafat ad...